SPECIALIST : Alat Selam - Alat Snorkeling - Diving Gear - Diving Set - Kursus Dive Course - Dive Center - Dive Shop - Service Alat Selam - Terra Tabung - Perahu Karet - Banana Boat - Rafting Boat - Mesin Kapal



Customer Service

TESTIMONI ?? Click HERE !!


Order? Click HERE

CALL :
0361-4480056

CALL / SMS / WA :
085240188192
0895410888762
087852252294



EMAIL :
operator.balidiveshop
@gmail.com

(Order Only)

balidiveshop
@gmail.com

(Business Inquiry)


OPENING HOURS
Monday to Friday
9.00 AM - 6.00 PM

Saturday
9.00 AM - 5.00 PM

Sunday
10.00 AM - 6.00 PM


ADDRESS
Jl. By Pass Ngurah Rai No.17A Sidakarya, Denpasar - BALI (80224)

(Lotte Mart - Traffic Light - 100M Left Side)


Testimonial

Jeslyn
Thanks balidiveshop.com, my order arrived and the goods are of high quality, I am from london and visited the island of bali, and search the internet, and it turns balidiveshop.com into the line of world diving equipment, great balidiveshop.com.
PRODUCTS
SHERWOOD
AROPEC
NAUTICAM
BCD SET
REGULATOR
SEAWALKER
EQUIPMENT
SCOOTER
UNDERWATER
OUTBOARD
MOTOR



Wisata, destinasi tempat, informasi, diving, snorkeling, tentang:Raja Ampat/Labuan Bajo/Wakatobi/Togean/Banda/Bunaken/Pulau Komodo
 1. RAJA AMPAT

Wisata raja ampat/destinasi tempat wisata raja ampat,informasi raja ampat,diving dan snorkeling raja ampat,tour dan travel raja ampat.

 

Raja Ampat: Surga Petualangan Dunia di Ujung Papua

Sekilas pikiran menerawang dan sebuah lukisan elok pun muncul terbayang. Lautan lepas dengan pulau-pulau karang yang tersusun rapih menyambut beberapa ekor lumba-lumba yang berloncatan ceria. Langit yang biru berpadu dengan indahnya riak ombak menyisir setiap pasir putih di tepian pantai. Udara segar bertiup riuh rendah menjamin kesejukan alami khas hutan-hutan tropis yang hijau. Suara burung-burung camar pun menyeruak indah seakan bernyanyi dan mensyukuri pemandangan menakjubkan ini. Dari dalam air pun berkeriapan berbagai ikan berwarna cantik menghiasi karang-karang hidup yang menari gemulai. Ini adalah sebuah surga kehidupan nyata di bumi.

Deskripsi tempat indah di atas bukanlah mimpi, semuanya nyata dan benar-benar ada. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia-lah tempatnya. Kepulauan yang berada di ujung barat laut pulau Papua ini memang sudah dikenal luas sebagai ‘tambang emas’ bagi para penggila petualangan. Sedangkan, bagi para penyelam dalam dan luar Indonesia, Raja Ampat dianggap sebagai surga yang tidak dapat diungkapkan kata-kata. Satu-satunya cara untuk membuktikan berbagai pendapat ini adalah dengan datang langsung menikmati ‘sang mutiara’ di ujung Papua ini.

Raja Ampat adalah sebuah kabupaten dan merupakan bagian dari Propinsi Papua Barat. Untuk mencapai Kepulauan ini, kita harus menginjakkan kaki di kota Sorong terlebih dahulu. Biasanya para wisatawan banyak menggunakan penerbangan untuk sampai ke kota ini. Setelah sampai kota Sorong, kita dapat menggunakan sejenis kapal cepat yang biasa berlayar dua kali sehari menuju Waisai, ibukota kabupaten Raja Ampat. Perjalanan hanya akan memakan waktu sekitar 2-3 jam saja dari pelabuhan Sorong, hingga sampai di pelabuhan Waisai Raja Ampat.

Secara umum, Raja Ampat adalah kepulauan yang terdiri dari banyak sekali pulau karang dan tersebar luas di seluruh wilayahnya. Namun demikian, Raja Ampat memiliki 4 pulau utama yang paling besar, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool. Empat pulau besar inilah yang menjadi titik awal penyebaran seluruh penduduk Raja Ampat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Wilayah perairan adalah daya tarik utama Raja Ampat, mengingat perairan Raja Ampat adalah salah satu dari 10 perairan terbaik di seluruh dunia. Hal ini didasarkan pada berbagai penelitian tentang kekayaan flora-fauna dan kelestarian alam laut yang dimiliki Raja Ampat.

Sebuah laporan badan konservasi internasional pernah menyebutkan bahwa perairan Raja Ampat memiliki sekitar 75% spesies laut seluruh dunia. Bahkan, wilayah laut dan darat Raja Ampat yang memiliki luas 4,6 juta hektar ini menjadi rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan dan ribuan biota laut lainnya. Oleh karena itu, dengan berbagai keunggulan ini tidak heran apabila Raja Ampat saat ini dianggap sebagai surga bawah laut tercantik di seluruh dunia.

Tidak hanya kekayaan alam bawah lautnya, Raja Ampat juga memiliki banyak hal menarik di atas permukaan lautannya. Banyak sekali pantai-pantai yang indah tersebar di seluruh kepulauan Raja Ampat. Umumnya, pantai ini berpasir putih dan memiliki kehalusan mendekati tepung. Selain itu, pulau-pulau yang membentuk deretan tebing tinggi pun banyak terdapat di Raja Ampat. Bahkan, beberapa tempat seperti Piaynemo, Teluk Kabui, dan Wayag telah terkenal hingga ke seluruh dunia lebih dulu sebelum dikenal di dalam negeri. Hutan-hutan tropis pun tidak kalah menariknya, bahkan ada beberapa tempat seperti desa Sawinggrai atau desa Saporkrein yang menyuguhkan pengalaman tak terlupakan melihat burung Cenderawasih dari dekat. Seperti kita ketahui, burung Cenderawasih adalah burung langka dan cantik khas Papua yang sering disebut sebagai burung surga.

Belum selesai sampai di kekayaan alam saja, Raja Ampat juga memiliki berbagai kebudayaan dan kesenian yang sangat unik dan menarik. Beberapa desa di Raja Ampat memang sudah mengukuhkan keberadaan mereka sebagai desa wisata, salah satunya adalah Desa Arborek. Desa yang berada di satu pulau kecil ini memiliki banyak sekali kesenian, mulai tarian-tarian tradisional, makanan Sinole yang dibuat dari sagu, hingga kerajinan anyaman daun pandan khas Arborek yang sudah diwariskan secara turun-temurun antar generasi. Desa Arborek hanyalah satu diantara desa-desa lain dengan keunikannya masing-masing.

Berbagai peninggalan sejarah pun banyak terdapat di Kepulauan yang memiliki ikatan dengan kesultanan Tidore, Maluku ini. Mulai dari sebagian penduduknya yang memiliki darah kerajaan Tidore Maluku, peninggalan-peninggalan perang dunia ke 2, sampai gua-gua dengan lukisan tangan khas manusia purba pun tersebar luas di Raja Ampat. Mempelajari keunikan Raja Ampat seolah tidak ada habisnya, inilah yang membuat kepulauan ini begitu berjaya hingga saat ini.

Betapa kayanya alam, sejarah dan budaya Kepulauan Raja Ampat, sehingga membuat dunia berdecak kagum. Kini Raja Ampat sudah menjadi salah satu tujuan wisata terkenal di dunia, hanya saja karena akses yang terbatas, untuk mencapainya diperlukan biaya yang tidak sedikit. Namun, tidak perlu khawatir, Raja Ampat semakin hari semakin berbenah diri dengan menyediakan berbagai fasilitas untuk semua kalangan. Penginapan berbentuk resort dengan harga mahal hingga motel kecil nan murah akan mudah kita jumpai di Raja Ampat. Para wisatawan hanya perlu lebih bijak untuk menjaga kepulauan indah ini agar selalu terjaga supaya keindahannya dapat terus dinikmati hingga generasi-generasi berikutnya.

Sebagai penutup, alam indah nan elok Raja Ampat ini tidak lepas dari kisah-kisah legenda yang telah dipercaya turun-temurun oleh seluruh masyarakat asli Raja Ampat. Konon, nama Raja Ampat diambil dari tujuh telur yang ditemukan oleh seorang wanita leluhur mereka. Empat diantaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang kelak menjadi Raja atas 4 pulau besar Waigeo, Salawati, Batanta, dan Misool. Sedangkan 4 lainnya menjadi hantu, seorang wanita dan sebuah batu. Kisah inilah yang secara tradisi dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai awal mula berdirinya Raja Ampat. Memang masih sulit dipercaya secara akal sehat, namun bila kita menelaah lagi maknanya, alam Raja Ampat adalah sebuah tempat sakral layaknya kerajaan yang harus tetap dijaga dari kerusakan dan kehancuran.

 Raja Ampat Papua & Pada kesempatan kali ini Twisata akan mengulas mengenai keelokan destinasi wisata kepulauan Raja Ampat Papua, yang merupakan destinasi wisata terbaik yang ada di Provinsi Papua Barat, ok kita langsung saja mengulas mengenai keunaikan yang ada di Raja Ampat Papua.

 

Kepulauan Raja Ampat merupakan destinasi wisata yang terletak di wilayah Papua. Wisata ini sudah dikenal oleh seluruh dunia karena keelokan alamnya yang sangat mempesona.


Salah satu bentuk kepopuleran objek wisata Raja Ampat adalah dengan adanya film dokumenter yang dibuat oleh Avant Premiere yang berjudul " Edis Paradise 3 ", dimana dalam film tersebut menceritakan keindahan alam bawah laut Raja Ampat yang berada di kawasan Papua, yang mana wisata ini juga dijuluki sebagi kawasan Amazon Lautan Dunia. Julukan tersebut diberikan karena letak dari tempat wisata ini yang berada dipusat segitiga karang dunia.

 

Wisata Kepulauan Raja Ampat berada dikawasan teritorial Papua Barat, yang merupakan sebuah gugusan pulau yang tersebar dengan jumlahnya berkisar 610 pulau, akan tetapi hanya ada 35 pulau yang dihuni oleh penduduk.

 

 

Daerah Raja Ampat merupakan daerah kepulauan, dengan satu - satunya sarana transportasi yang bisa digunakan oleh masyarakan sekitar adalah transportasi angkutan laut. Transportasi ini digunakan baik untuk menjangkau ibu kota kabupatennya ( Waisai ) ataupun sebaliknya. Dengan empat pulau utama yang berada dikawasan ini menjadikan keunikan tersendiri bagi Anda yang melancong ke destinasi wisata Raja Ampat. empat pulau yang dimaksutkan adalah Batanta, Misool, Salawati dan Waigeo. Sebutan atau nama dari Raja Ampat sendiri diambil dari mitos penduduk sekitar yang apabila diartikan kedalam bahasa indonesia mempunyai makna Empat Raja.

 

Para wisatawan yang berasal dari penjuru dunia sengaja datang objek wisata di Papua ini untuk menikmati keindahan pulau dan keunikan wisata bawah lautnya, serta menjelajahi dinding - dinding bawah laut dengan cara menyelam. Disini wisatawan juga bisa mengarungi gugusan kepulauan besar dan kecil, pegunungan, hutan tropis, untaian karang laut, pantai pasir putih serta keaneka ragaman kehidupan satwa yang ada di kawasan wisata Raja Ampat.

 

Memang boleh dikatakan kalau kekayaan alam seperti ini sangat jarang sekali ada, jadi bersyukur sekali apabila Indonesia memiliki anugrah yang sulit untuk dilukiskan dengan kata - kata.

 

 

Sejarah atau Legenda dari Raja Ampat


 

 

Wisata Raja Ampat memang boleh dibilang sangatlah unik, karena memiliki nilai sejarah atau legenda tersendiri. Legenda dari Raja Ampat sediri muncul dari masyarakat sekitar dan memiliki beberapa versi cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi ( turun - temurun ) mengenai cerita legenda asal - usul nama Raja Ampat sendiri. Adapun salah satu versi cerita legenda dari Raja Ampat yang beredar di kehidupan masyarakat asli sekitar adalah sebagai berikut:

 

Dijaman dahulu ada sepasang suami istri hidup dengan sederhana di Teluk Kabui Kampung Wawiyai, pasangan suami tersebut mempunyai pekerjaan sebagai perambah hutan, yang kegiatan sehari - harinya pergi untuk mencari bahan makanan. Mereka bahu membahu menyusuri hutan agar cepat mendapatkan apa yang mereka harapkan. Kemudian dalam perjalanannya mereka sampai di tepi Sungai Waikeo, dan beristirahat melepas lelah. Selama mereka beristirahat mereka melihat lima butir telur yang letaknya tidak jauh dari mereka beristirahat. Setelah itu mereka dekati dan ternyata telur - telur tadi merupakan telur dari Naga. Karena merasah menemukan telur - telur yang aneh, mereka membungkus dalam sebuah noken ( noken = kantong ) dan dibawah pulang ke rumahnya. Setelah sampai rumah telur - telur yang mereka temukan tadi disimpan di dalam kamar.

Waktu mulai berganti dan malampun mulai datang, telur - telur yang tadi mereka simpan didalam kamar mengeluarkan suara bisikan, merekapun penasaran dan mencoba mengintip dari balik pintu kamar. Setelah mereka melihat kejadiannya, betapa kagetnya kedua pasangan suami istri tadi, karena melihat kelima telur yang disimpan menetas dan berwujud empat anak laki - laki dan yang satu perempuan. Kelima anak tadi memakai pakaian halus yang menandakan bahwa mereka adalah keturunan dari seorang Raja.

 

 

Pulau di Raja Ampat

Sebenarnya ada banyak pulau di kepulauan yang termasuk dalam propinsi Papua Barat ini. Ada 610 pulau yang tersebar, tetapi baru 35 pulau yang ditinggali. Keseluruhan pulau saling melengkapi sehingga membuat Raja Ampat memiliki keindahan yang diakui dunia. Pantai dengan pasir putih, hutan rimbun yang masih perawan, deburan ombak, laut biru dengan beragam flora faunanya serta gugusan pulau-pulau kecil yang bagaikan taburan zamrud hijau.

 

Wisata di Raja Ampat

Berbagai kegiatan dapat dilakukan para wisatawan yang berkunjung ke kepulauan ini. Yang menjadi favorit adalah kegiatan yang dapat dilakukan di lautnya yang bersih. Anda akan menyesal jika tidak menyelam untuk melihat flora dan fauna di bawah laut, karena flora dan fauna bawah lautnya merupakan yang paling lengkap di seluruh dunia selain perairan ini juga menduduki rangking 10 besar sebagai perairan terbaik untuk melakukan diving atau menyelam.

Deburan ombak sangat menantang bagi para peselancar, Banyak wisatawan berselancar di laut kepulauan Raja Ampat. Dengan hempasan angin laut dan hangatnya sinar matahari membuat berselancar menjadi menyenangkan. Ditambah lagi keindahan pasir putihnya yang indah, menjadi pemandangan yang indah bagi para peselancar. Pulai Misool menjadi tempat favorit para peselancar.

 

 

Pulau Favorit di Raja Ampat

Berikut ini beberapa pulau favorit yang menjadi tempat yang paling sering dikunjungi wisatatan.

 

·         Pulau Wayag

Pulau Wayag menadi pulau primadona bagi para wisatawan. Di pulau ini terdapat pulau karang yang diatasnya ditumbuhi pepohonan yang rimbun sehingga saat melihat dari atas kapal, laut terlihat berwarna kehijauan. Air laut yang jernih membuat Anda dapat melihat biota laut secara langsung.

·         Pulau Waiwo

Jangan lupa mengunjungi Pulau Waiwo. Rasa sejuk dan nyaman akan Anda rasakan karena pulau ini penuh dengan pepohonan yang rimbun disamping lautnya yang indah. Berbagai kegiatan laut dapat Anda lakukan, misalnya berenang, menyelam atau sekadar melakukan snorkeling untuk melihat keindahan biota lautnya di dalam air yang jernih. Ikan-ikan kecil dengan beraneka macam warna tampil menggemaskan untuk disentuh. Anda bisa menyentuh ikan tetapi terdapat larangan untuk menangkapnya.

·         Pulau Karang

Bagi Anda yang suka tantangan, cobalah untuk mendaki Pulau Karang. Untuk mendakinya, Anda akan melewati jalan yang curam, bahkan sampai kemiringan 90 derajat. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk mencapai puncaknya. Tetapi, dijamin Anda tidak akan menyesal apabila berhasil mencapai puncak. Dari ketinggian puncak Pulau Karang, Anda dapat melihat keseluruhan pulau-pulau hijau yang diselingi birunya air laut.

·         Kepulauan Gam

Selesai dengan keindahan laut dan pulaunya, Anda dapat menikmati keindahan fauna khas Papua, yaitu burung cendrawasih. Ada 4 jenis burung cendrawasih yang ada disini, yaitu cendrawasih merah, cendrawasih besar, cendrawasih kecil dan cendrawasih belah rotan. Atraksi burung cendrawasih menari dapat dinikmati di Kepulauan Gam. Telah disediakan tempat untuk melihat cendrawasih menari. Dlaam rumah-rumah kayu, pengunjung dapat menyaksikan bagaimana burung cendrawasih jantan memperlihatkan bulu-bulu cantiknya agar dapat menarik perhatian cendrawasih betina. Atraksi hanya bisa dilihat pada waktu-waktu tertentu, yaitu pada pagi hari, pukul 07.00-09.00 dan sore hari pukul 16.00-17.00.

·         Pulau Arborek

Selesai bertualang dan menikmati Raja Ampat, saatnya membeli cindera mata di desa Arborek yang terletak di Pulau Arborek. Berbagai oleh-oleh dari daun pandan hutan telah dikreasikan oleh masyarakat setempat menjadi kayafyof (topi), noken (tas) besar, noken untuk ponsel dan hasil kreasi lainnya.

Raja Ampat telah menyedot perhatian dunia sebagai salah satu tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Menjaga kelestarian lingkungan dan flora fauna yang ada disana harus menjadi perhatian agar Raja Ampat tetap dapat menjadi surga bagi para penikmat wisata alam.

 

Raja Ampat lebih dahulu dikenal oleh wisatawan mancanegara sebelum mulai populer di kalangan wisatawan domestik. Menyimpan sejuta keindahan alam dan kecantikan bawah laut, Raja Ampat juga merupakan salah satu dari 10 situs diving terbaik di dunia, sehingga menjadi tempat wisata idaman para wisatawan Eropa.

KeindahanA dan kekayaan alam menjadi andalan Kabupaten Raja Ampat yang menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia. Kawasan ini dikenal sebagai pusat sumber daya alam tropis terkaya di dunia. Kabupaten ini memiliki 610 pulau; empat di antaranya, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo merupakan pulau besar utama. Dari seluruh pulau yang ada, hanya 35 pulau yang berpenghuni. Pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama. Konon dari 610 pulau yang ada di perairan Raja Ampat ini hanya 400 pulau yang baru dieksplorasi. Selebihnya masih sangat perawan. Bisa kamu bayangkan betapa alami dan indahnya Raja ampat ini!

Sebagai daerah kepulauan, satu-satunya transportasi antar pulau dan penunjang kegiatan masyarakat Raja Ampat adalah angkutan laut. Demikian juga untuk menjangkau Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat. Karena luasnya daerah ini, biaya transportasi pun menjadi mahal. Jika kamu ingin berlibur ke Raja Ampat, sebaiknya bersamaan dengan teman atau keluarga. Karena kalau pergi sendiri, biaya yang kita keluarkan bisa membengkak.

Raja Ampat Papua adalah destinasi impian turis lokal dan mancanegara, karena Raja Ampat merupakan destinasi maritim terbaik di dunia. Keindahan lautnya dan lokasinya yang jauh membuat budget akomodasi pun melambung. Untuk menuju ke sana kita harus melewati Kota Sorong Papua, karena tidak ada penerbangan langsung menuju ibu kota Raja Ampat, Waisai. Setelah tiba di Kota Sorong, kita bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kapal feri cepat menuju Waisai. Di Waisai keindahan Raja Ampat sudah mulai terlihat, karena kota ini juga merupakan pintu masuk untuk berkeliling Pulau Misool dan Wayag. Untuk mengunjungi kedua pulau tersebut, kita harus menyewa kapala dengan biaya Rp3.000.000 per hari. Oleh karena itulah, lebih baik pergi bersama orang lain supaya biaya tersebut bisa dibagi bersama. Para pasangan juga bisa mengambil paket honeymoon di Misool.

Budget per orang untuk land trip ke Raja Ampat bisa menghabiskan Rp12.000.000, dan untuk diving bisa lebih mahal. Walaupun begitu, biaya tersebut cukup terbayarkan, kok dengan keindahan alam Papua yang begitu cantik. Raja Ampat termasuk kabupaten baru di Indonesia. Wilayah yang terletak terpencil di Papua Barat ini belum berusia 10 tahun. Banyak infrastrukturnya yang belum memadai. Meskipun masih berusia dini, Raja Ampat mampu menyedot wisatawan mancanegara.

 

 

 

2. Labuan Bajo: Salah Satu Destinasi Wajib Di Indonesia

Wisata Labuan Bajo,destinasi tempat wisata Labuan Bajo,informasi Labuan Bajo,diving dan snorkeling rLabuan Bajo,tour dan travel Labuan Bajo.

 

 

BONJOUR! – Labuan Bajo itu salah satu tempat favorit para traveler kalau mereka datang ke Pulau Komodo. Setelah Pulau Komodo ditunjuk sebagai salah satu dari jajaran pemenang New 7 Wonder maka ikut juga meningkatnya traveler di Labuan Bajo. Sebelum baca artikel lebih lanjut, tonton dulu deh video travel keren dari Jalan-Jalan Men! episode Labuan Bajo dibawah ini 🙂

PEMANDANGAN DAN AWESOME-NYA LABUAN BAJO

Gimana video diatas? Keren kan? 😀 Labuan Bajo ini merupakan pelabuhan kecil yang dijadikan tempat masuk waktu kamu mau bertandang ke pulau komodo. Pelabuhan kecil ini gak kalah cantik sama pulau komodo. Kamu harus list tempat ini sebagai salah satu tempat tujuan waktu kamu mendatangi  Pulau Flores deh 😀 Kamu bisa melakukan banyak hal, mulai dari cuci mata dengan pemandangan pulau-pulau kecil yang indah sampai menyelam dan melihat pemandangan bawah laut di pulau tersebut. Penasaran sama gimana indahnya Labuan Bajo? Berikut ulasan dari BonjourBag.com.

Daya tarik dari Labuan Bajo sebagai tempat indah yang wajib dikunjungi adalah banyaknya pantai yang cakep-cakep. Kalau kamu datang kesini, kamu bisa langsung maen ke pantainya. Kenapa? Karena pantainya masih alami, bersih dan memiliki pasir putih yang dijamin indah. Atau, mau kulit kamu semakin eksotis? kamu juga bisa melakukan tanningatau berjemur di pantai. Biasanya sih turis mancanegara yang antusias untuk menikmati teriknya sinar matahari sambil berjemur di pantai dengan pakaian-pakaian mininya 😀

Ga cuma itu, buat kamu yang senang diving atau snorkeling, kamu bisa jadiin Labuan Bajo ini sebagai destinasi melakukan hobi kamu tersebut. Di Labuan Bajo ini, kamu bisa liat pemandangan bawah laut yang sangat memukau. Perairannya pun masih sangat jernih dan alami jadi berbagai jenis terumbu karang dan ikan-ikan masih mudah banget kamu temukan. Tapi inget, kamu cuma boleh menikmatinya dan jangan untuk menangkapnya apalagi pegang-pegang terumbu karang. Soalnya terumbu karang mudah banget patah, dan tumbuhnya akan cukup lama, jadi jangan sampai jadi perusak di Labuan Bajo ya 😀 Konon katanya, buat para traveler yang senang akan hobi menyelam dan snorkeling, Pulau Kanawa dan Pulau Kukusan kecil yang paling indah buat dijadiin sebagai tempat diving dan snorkeling di Labuan Bajo.

Di Labuan Bajo, kamu juga bisa merelaksasikan pikiran dengan melihat pemandangan-pemandangan yang disuguhkan. Apalagi pada sore hari, Labuan Bajo ini menyuguhkan pemandangan sunset yang bagus banget. Nah, proses penenangan diri Kamu di Labuan Bajo juga bakal makin sempurna kalau kamu mau meluangkan waktu untuk menikmati kuliner-kuliner khasnya loh. Di beberapa tempat makanan menawarkan ikan kerapu dan ikan tuna segar sebagai hidangan andalannya. Bisa menikmati makanan serta melihat pemandangan di salah satu destinasi wajib Indonesia ini, dijamin nagih! 😛

Buat yang suka belanja gak usah khawatir, disini kamu juga bisa beli barang-barang khas Labuan Bajo, tepatnya di jalan Yos Sudarso. Di jalan tersebut berjejeran toko-toko yang menjajakan barang-barang khas pulau Flores, seperti kain tenun, kain ikat lokal, patung komodo, atau pernak pernik. Pernak- pernik khas Labuan Bajo juga sangat unik karena pedagang tersebut memanfaatkan mutiara-mutiara gagal sebagai souvenir yang indah, seperti kalung atau gelang.

Waktu kamu mau berkeliling Labuan Bajo pun gak perlu khawatir sama sarana transportasi disini. Kamu bisa memanfaatkan bemo atau taksi motor di daerah tersebut. Tapi kendaraan tersebut hanya beroperasi sampai jam 9 malam saja ya. Nah kalau kamu mau menikmati pemandangan dengan berkeliling pulau, kamu bisa menggunakan perahu motor yang banyak disediakan oleh pihak pengelola. Mau sewa mobil karena dateng beramai-ramai? bisa bisa! disini kamu mengeluarkan kocek sekitar Rp 500.000 untuk per harinya, ya cukup murah kalau pt-pt(patungan) sama temen-temen.

Jadi mau kesana? masukin deh Labuan Bajo ke list kamu-kamu jadi next tempat wisata yang mau dikunjungi. Selain itu, tempat ini juga jadi rekomendasi banget loh buat backpakeran. Akhir kata, Selamat traveling & Merci beaucoup!

 

detikTravel Community - Indonesia kaya akan tempat wisata, termasuk di kawasan sebelah timur Indonesia. Ada Labuan Bajo yang pasti akan membuat Anda berdecak kagum dengan keindahannya. Pemandangannya sungguh memanjakan mata!

Anggapan mengenai wilayah Indonesia bagian timur yang gersang dan membosankan ternyata salah besar. Siapa sangka di sana tersimpan surga dengan keindahan alam dan keramahan penduduknya. Tidak perlu jauh-jauh ke Machu Picchu untuk menikmati keindahan alam dari atas bukit, Indonesia punya Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang tidak kalah indahnya.

Untuk mencapai ke sana, Anda dapat menggunakan penerbangan melalui Denpasar-Bali, lalu dilanjutkan ke Labuan Bajo. Di mana anda harus merogoh kantong sekitar Rp 3.500.000 yang terdiri dari penerbangan Jakarta-Denpasar-Jakarta dan Denpasar-Labuan Bajo-Denpasar. Cukup mahal untuk traveling ala backpacker. Tetapi percayalah, itu semua terbayar dengan keindahan alamnya.

Begitu tiba di bandara Komodo-Labuan Bajo, Anda akan diantar ke hotel yang letaknya cukup dekat dari bandara, dengan jarak tempuh yang hanya sekitar 5 menit. Anda dapat menggunakan fasilitas penjemputan dari hotel atau ojek yang lewat depan bandara. Untuk hotel, Anda dapat memilih dengan harga yang terbilang cukup murah yaitu yang berkisar antara Rp 300.000 – 500.000 per malam dengan fasilitas AC, televisi, sarapan dan yang paling penting pemandangan pantai dari depan kamar yang sangat indah dengan perahu-perahu dan birunya air laut. Untuk wisata kuliner, Anda dapat mencicipi aneka masakan baik di cafe maupun kaki lima pinggir pantai.

Kota Labuan Bajo sangat terkenal dengan wisata Taman Nasional Pulau Komodo yang termasuk dalam World Heritage UNESCO dimana di dalamnya terdapat habitat lebih dari 2.000 ekor Komodo. Untuk mencapai ke sana, Anda dapat menyewa perahu dari dermaga dengan tarif berkisar sekitar Rp 2.000.000 sampai dengan Rp 3.000.000 untuk satu perahu, tergantung tujuan Anda, dengan kapasitas perahu sekitar 8–12 orang. Fasilitas yang didapat di antaranya: penyewaan perahu, makan siang, pelampung dan alat snorkeling.

Beberapa pilihan tujuan di antaranya Anda dapat mengunjungi Loh Buaya di Pulau Rinca, Loh Liang di Pulau Komodo dan berenang atau snorkeling di Pink Beach untuk perjalanan satu hari (sekitar 12 jam). Atau jika Anda suka berpetualang, dapat mengambil pilihan tur 3 hari dan menginap di perahu tersebut.

Mengunjungi Loh Buaya atau Loh Liang tidak bisa sembarangan, karena Komodo berkeliaran bebas di pulau tersebut. Anda wajib ditemani oleh ranger yang akan mengantar Anda trekking. Pilihan trekking pun ada bermacam-macam, Anda dapat memilih short tracking, medium atau long tracking dengan waktu tempuh antara 1 jam sampai dengan 3 jam.

Bagi Anda yang tidak terbiasa trekking, Anda tidak perlu khawatir. Untuk pilihan short tracking pun sudah cukup menarik, di mana Anda akan menyusuri hutan dalam waktu kurang lebih 45 menit-1 jam dan Anda akan bertemu dengan komodo, babi hutan, kerbau, rusa, ular bahkan burung kakak tua. Sensasi yang sangat menarik sekaligus juga  menegangkan, terutama saat Anda bertemu komodo.

Setelah trekking 1 jam di Pulau Rinca, Anda akan terkesima melihat keindahan pemandangan pulau tersebut dari puncak bukit. Pemandangan antara gunung yang gersang, hutan, dan birunya air laut serta perahu-perahu yang akan berlabuh menjadi satu. Perjalanan 4 jam menuju ke pulau ini terbayar sudah. Indah sekali!

Perjalanan indah ini dapat Anda tutup dengan berenang di Pink Beach, menikmati birunya air laut, karang laut yang berwarna hijau toska dan pasir pantai yang berwarna pink atau snorkeling menikmati alam bawah lautnya yang masih asri. Tunggu apalagi!

 

Labuan Bajo, kota cantik di ujung barat Flores

Desember 26, 2012 evacation Travel Destinations Komentar Dinonaktifkan

Labuan Bajo adalah sebuah kota pelabuhan kecil yang letaknya berada di ujung barat Pulau Flores. Letak Labuan Bajo ini langsung berhadapan dengan Taman Nasional Komodo (TNK). Keberadaan Labuan Bajo yang merupakan gerbang dari Taman Nasional Komodo memberikan keuntungan tersendiri bagi penggerakan ekonomi wilayah setempat. Selain sebagai pintu gerbang dari masuknya Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo sendiri memang memiliki kondisi alam yang indah sehingga sangat layak untuk di jadikan tempat singgah, tempat istirahat dan liburan para wisatawan. Sebelum mengunjungi Taman Nasional Komodo yang terkenal di dunia, karena keberadaan hewan purba yang masih hidup dan lestari sampai saat ini yaitu Komodo.

Kota Labuan Bajo ini adalah sebuah kota yang dikelilingi oleh  banyak pulau yang indah di sekitarnya. Dengan di hiasai oleh hamparan pasir putih dan laut yang biru bersih yang mengelilingi pulau tersebut, diantara banyak pulau yang terkenal dan banyak di kunjungi adalah  Pulau Rinca, Pulau Sabolo, Pulau Bidadari, Pulau Selayar Besar & Kecil, serta Pulau Komodo yang paling banyak di kunjungi wisatawan. Snorkeling dan diving adalah salah satu diantara kegiatan yang sering di nikmati oleh para pengunjung saat ke labuan Bajo. Species terumbu karang juga masih terjaga dengan baik di kawasan ini sanagat mempesona setiap wisatawan.

Sementara jika ingin berkeliling di area kota labuan bajo terdapat beberapa pilihan yang bisa di nikmati. Diantaranya adalah bemo yakni sebuah kendaraan angkutan umum tradisional daerah tersebut, selain itu masih ada taksi motor yang juga bisa di gunakan untuk berkeliling, tetapi tidak bisa sampai terallu larut malam karena jenis kendaraan ini hanya beroperasi sampai jam 21:00 tiap malamnya.

Sejak menjadi ibukota dari kabupaten Manggarai Barat, sebuah kabupaten hasil pemekaran dari Manggarai pada tahun 2003. Labuan Bajo memeperlihatkan peningkatan kemajuan daerah yang sangat signifikan daerah ini maju dengan pesat. Pengunjung pun banyak berdatangan karena di dukung oleh sarana dan prasarana yang cukup memadai.

Hal ini bisa terlihat dari pertumbuhan hotel berbintang di kota ini untuk mengakomodir para wisatawan yang datang terutama wisata mancanegara, terhitung sejak pertama kali di bangun hotel berbintang di kota ini pada tahun 2007 lalu  sekarang atau 5 tahun kemudian sudah berdiri 4 hotel megah di tambah satu hotel megah lainnya yang sedang menuju tahap perampungan. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi kesejahteraan dan perekonomian daerah manggarai barat serta Labuan Bajo sebagai ibukotanya.

 

Untuk menuju Labuan Bajo bisa di tempuh dengan 3 cara yakni melalui transportasi udara yakni dengan naik pesawat udara dari Bali menuju Labuhan Bajo/Bandara Komodo, pilihan kedua adalah melalui jalur laut yakni Kapal ferry yang berangkat dari Bali maupun Kupang menuju Pelabuhan Labuan Bajo dan pilihan terakhir adalah melalui Jalur darat yakni dari Kota Ende atau maumera lalu menuju Labuan Bajo.

 

 

3. WAKATOBI

 

Wisata Wakatobi/destinasi tempat wisata rWakatobi,informasi Wakatobi,diving dan snorkeling Wakatobi,tour dan travel Wakatobi.

 

Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki salah satu surga bawah laut paling indah di dunia? Surga bawah laut tersebut dikenal dengan Taman Nasional Wakatobi yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Ibu kota

Wakatobi adalah Wangi-Wangi. Kabupaten Wakatobi terdiri dari empat pulau utama, yaitu Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Jadi, Wakatobi adalah singkatan nama dari keempat pulau utama tersebut. Sebelum 18 Desember 2003, kepulauan ini disebut Kepulauan Tukang Besi dan masih merupakan bagian dari Kabupaten Buton. Kabupaten Wakatobi berada di selatan garis khatulistiwa dan seperti daerah lain di Indonesia. Wakatobi memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Taman Nasional Wakatobi yang ditetapkan pada tahun 1996, dengan total area 1,39 juta hektar, menyangkut keanekaragaman hayati laut dan karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Keindahan dan kekayaan kawasan Taman Nasional Wakatobi sebenarnya sudah terkenal di mancanegara, terutama setelah Ekspedisi Wallacea dari Inggris pada tahun 1995 yang menyebutkan bahwa kawasan di Sulawesi Tenggara ini sangat kaya akan spesies koral. Pulau Tomia di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.(INDRA SETIAWAN) Disebutkan, di Taman Nasional Wakatobi terdapat 750 dari total 850 spesies koral yang ada di dunia. Konfigurasi kedalamannya bervariasi mulai dari datar sampai melandai ke laut dan di beberapa daerah perairan terdapat yang bertubir curam. Bagian terdalam perairannya mencapai 1.044 meter. Pariwisata bahari adalah aktivitas wisata yang sudah lama dikenal dan merupakan pariwisata andalan di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi. Kekayaan biota laut ini tidak lain karena hamparan terumbu karang yang sangat luas di sepanjang perairan dengan topografi bawah laut yang berwarna-warni seperti bentuk slop, flat, drop-off, atoll, dan gua bawah air. Lebih dari 112 jenis karang dari 13 famili, antara lain Acropora formosa, A Hyacinthus, Psammocora profundasafla, Pavona cactus, Leptoseris yabei, Fungia molucensis, Lobophyllia robusta, Merulina ampliata, Platygyra versifora, Euphyllia glabrescens, Tubastraea frondes, Stylophora pistillata, Sarcophyton throchelliophorum, dan Sinularia spp tinggal harmonis bersama penghuni bawah laut lainnya. Kekayaan ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis. Di antaranya, Cephalopholus argus, takhasang (Naso unicornis), pogo-pogo (Balistoides viridescens), napoleon (Cheilinus undulatus), ikan merah (Lutjanus biguttatus), baronang (Siganus guttatus), Amphiprion melanopus, Chaetodon specullum, Chelmon rostratus, Heniochus acuminatus, Lutjanus monostigma, Caesio caerularea, dan lain-lain. Clown fish Clown fish di Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara.(DOK INDONESIA.TRAVEL) Taman Nasional Wakatobi juga menjadi tempat beberapa jenis burung laut seperti angsa-batu coklat (Sula leucogaster plotus), cerek melayu (Charadrius peronii) dan raja udang erasia (Alcedo atthis). Beberapa jenis penyu juga menjadikan taman ini sebagai rumah mereka, seperti penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Perairan Wakatobi memiliki "tamu" setia yang menjadikan perairan Wakatobi sebagai taman bermainnya. "Tamu" itu tidak lain dan tidak bukan adalah ikan paus sperma (Physeter macrocephalus). Biasanya, kawanan paus sperma berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut, perairan Wakatobi relatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus. Wakatobi juga menjadi tempat bermain ikan pari manta (Manta ray) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa. Pari manta merupakan salah satu jenis ikan yang khas dan unik, yang hanya terdapat di perairan tropis. Keberadaan 25 gugusan terumbu karang dan kedalamannya menjadikan perairan di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi tempat yang ideal bagi berbagai jenis biota laut untuk tinggal, juga menjadikan penghuni laut di sini memiliki nilai estetika dan konservasi yang tinggi. Pulau Tomia di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.(INDRA SETIAWAN) Secara spesifik Taman Nasional Kepulauan Wakatobi dikelilingi pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km serta obyek wisata pantai dan tersebar di seluruh wilayah Wakatobi sangat potensial untuk dikelola. Jadi, bukan tanpa alasan jika kawasan pantai di wilayah ini sangat cocok untuk wisata seperti diving, snorkeling,  dan memancing.

-----

Wakatobi, sebuah tempat dengan keunikan dan keindahan alam yang menarik dilihat dari segala sisi. Wakatobi adalah akronim nama dari empat pulau di tenggara Sulawesi  yaitu, Pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Caribbean Van Celebes adalah nama julukan yang disematkan ke Kepulauan di timur Indonesia tersebut.

Berkunjung ke Wakatobi, kami berlima dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) seolah menemukan “surga kecil” lainnya di Nusantara, dimana keindahan alam dan suasana khasnya pasti akan memikat siapapun yang berkunjung kesana. Wakatobi adalah surga di atas dan di bawah untuk para pelancong.

Dari atas kita akan disuguhi oleh indahnya pemandangan alam dan pesisir pantainya. Sedangkan di bawah lautnya, kita akan lebih terkesima lagi dengan keragaman biota lautnya. Memang, Wakatobi termasuk ke dalam jalur segitiga karang dunia, ada 6 negara yang masuk ke dalam “segitiga emas” ini, terbentang mulai Selatan dari Thailand, Malaysia, Philipina, Indonesia (Wakatobi, Bali, Kalimantan, Lombok dan Papua), Timor Leste, Papua Nugini dan berakhir di Kepulauan Solomon di Samudera Pasifik. Dan kita boleh bangga, Indonesia dengan Wakatobi di dalamnya, tepat berada di jantung segitiga emas karang dunia tersebut.

Berdasarkan data yang dilansir dari Operational Wallacea, Wakatobi memiliki lebih dari 750 species karang (coral) dari 850 jenis coral di dunia, lebih banyak dan beragam dari keragaman coral yang dimiliki oleh Karibia. Maka, tidaklah salah kalau kita sebut kalau keindahan dunia bawah laut Wakatobi setimpal dengan kekayaan di permukaan dan daratannya. Ditambah lagi dengan kekayaan budaya di tiap pulau yang memiliki kekayaan yang beragam.

Tujuan kami dari Kemenko Maritim berkunjung ke Wakatobi, adalah untuk melaksanakan survey ke berbagai lokasi wisata di Wakatobi yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo  sebagai satu dari sepuluh Kawasan Strategis pariwisata Nasional (KSPN) atau 10 Destinasi Wisata Unggulan Indonesia. Dan berikut adalah ulasan yang dihasilkan dari pengamatan langsung serta perbincangan dengan stake holder dan masyarakat setempat.

Pulau Wangi-wangi

Merupakan ibukota dari Kabupaten Wakatobi dan sekaligus kecamatan di Sulawesi Tenggara, Indonesia. Wangi-Wangi atau bisa disebut juga Wanci memiliki luas lebih kurang 23.359 km. Secara geografis terbagi dalam 14 desa dan 6 kelurahan. Pulau pulau kecil yang mengelilingi pulau ini di antaranya adalah Kapota Kampenaua, Timu, Sumangga, dan Ottoue. Di antara pulau pulau kecil itu hanya Kapota saja yang didiami oleh penduduk. Wangi-wangi juga dikelilingi Atol yang seolah membelit, menurut masyarakat disini, Atol inilah yang konon akan melindungi Wangi-wangi bila terjadi gempa tektonik bawah laut dan terjadi tsunami.

Bagi para wisatawan yang mengunjungi Wangi-wangi. Ada tempat menginap yang nyaman, Patuno Resort namanya, penginapan ini letaknya tidak jauh dari Bandara Matahora, kurang lebih sekitar 2 Kilometer. Resort ini menawarkan hamparan pemandangan pantai yang menakjubkan, gaya arsitekturnya tradisional khas pemukiman daerah pesisir yang berbahan dasar kayu. Resort inipun biayanya terhitung murah dan terjangkau. Bagi wisatawan yang tergila-gila dengan snorkeling dan diving, jangan lupa juga untuk singgah di Sombu Dive, dengan keberadaan patung besar Ikan Napoleon, lokasi ini sangat jelas terlihat oleh siapapun. Lokasinya berada di Teluk yang menjorok ke darat, selain mendapatkan panorama tepi Pulau yang menakjubkan, pengunjung juga disajikan panorama laut berwarna hijau kebiru-biruan yang membentang di bawahnya. Jika berkunjung di sore hari, pengunjung akan menyaksikan Sunset di ufuk barat. Berbagai spot yang wajib dikunjung di Wangi-wangi diantaranya adalah, Cemara Beach, Molii Sahatu Beach, Wungka Toliamba, Goa bawah air di Kontamale, Teekosapi dan Topa Mandati. Wangi-wangi juga banyak dihuni oleh Suku Bajo, yang banyak beraktifitas di laut dan sangat bergantung dengan lautan.

Kaledupa

Pulau ini terletak di selatan pulau Wangi-wangi di utara pulau Tomia dan di barat pulau Hoga. Kaledupa terdiri dari dua bagian yaitu, Kaledupa seluas 45,50 Km2 dan Kaledupa Selatan 58,50 Km2. Dengan jumlah penduduk 17.113 jiwa. Ada beberapa lokasi wisata yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi diantaranya, Pulau Hoga, suatu pulau kecil dengan keragaman biota laut yang mempesona, berjarak sekitar 15 menit perjalanan laut dari Desa Ambeua. Pengunjung dapat melakukan aktifitas snorkeling, diving atau hanya sekedar berjemur. Lalu ada juga Hutan Mangrove yang berlokasi di Desa Laulua, Desa Langge, Desa Sombano dan Desa-desa lainnya. Habitat Mangrove sendiri dinilai sangat penting untuk ekosistem laut di sekitar Kaledupa. Selian itu ada juga, Goa alami di Desa darawa yang memukau siapapun hyang mengunjunginya, Benteng Ollo dan Masjid agung Bente dengan pesona wisata sejarahnya.

Tomia

Tomia terletak di selatan Kaledupa dan timur Hoga, Tomia juga terdiri dari dua bagian, yaitu Tomia dan Tomia Timur dengan total luas daerah 115.00 Km2, berpenduduk sekitar 15.789 jiwa. Spot wisata yang patut dikunjungi diantaranya yaitu, Marimabuk, sebuah lokasi selam yang terletak di Kelurahan Waha Tomia, kenapa tempat ini dinamakan Marimabuk? Karena dijamin di sini. Para penyelam pasti akan mabuk dengan keindahan karang dan keragaman biota laut di bawah lautnya. Kemudian ada pula Goa bawah air Te’e Lahamba di Desa Patua dan Hendaopa di Desa Lagole. Goa bawah air ini juga dijadikan sumber air bersih oleh penduduk. Wisata sejarah, ada Benteng Patua dengan arsitekturnya yang gagah berdiri.

Tomia dengan Pantai Hondue nya juga menawarkan hamparan pasir putih yang eksotis. Pun Pantai Lakota yang menyajikan jajanan/ kuliner khas daerah sangat  memanjakan lidah wisatawan. Pantai Tomia juga menawarkan keindahan dataran tingginya, biasa disebut Puncak Tomia dengan hamparan ilalang yang menakjubkan dan sejauh mata memandang adalah lautan yang berwarna biru yang begitu indah dengan sunsetnya.

Binongko

Binongko terletak di bagian paling selatan gugusan kepulauan Wakatobi, dengan luas total 156.00 Km2 dan jumlah penduduk sebanyak 13.463 jiwa. Binongko terbentuk dari gugusan karang dan sejauh mata memandang kita akan disuguhi pemandangan koral yang unik, ada juga sejumlah pantai tersembunyi yaitu Palahidu, Yoro, Buku, Melangka dan We’e. Hutan Mangrove banyak tersebar di Desa Popalia, Taipabu dan Makoro. Ada juga Benteng Palahidu, sebuah Benteng Pertahanan era colonial, dan dari sini pengunjung bisa melihat seluruh Kepulauan Wakatobi. Yang palin menarik di Binongko adalah, Taman Batu, sebuah lapangan yang terbentuk dari batu koral hitam di atas laut yang berlokasi di Desa Walloindi.

Satu hal yang mesti diperhatikan adalah akses bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Wakatobi. Perjalanan dari Jakarta – Wakatobi cukup menyita waktu dan sedikit melelahkan, oleh karena belum ada penerbangan langsung kesana. Perjalanan via udara dari Jakarta, harus dilalui dengan transit terlebih dahulu di Bandara Haluoleo Kendari, kemudian menyambung ke Bandara Matahora selama kurang lebih 45 menit. Selain itu, harga tiket yang relatif mahal dan hanya satu kali jadwal penerbangan setiap harinya juga menjadi kendala tersendiri karena kurang menguntungkan bagi wisatawan karena kita harus tiba di Wakatobi pada waktu sore hari menjelang malam sehingga waktu kita satu hari terbuang dalam perjalanan. Namun yakinlah, kelelahan yanga ada akan terbayar oleh pesona keindahan panorama Wakatobi yang menyambut langsung ketika kita melangkah keluar pesawat.

Pulau Sulawesi ternyata menyimpan keindahan yang tiada tara di dunia. Bukan hanya Bunaken yang tersohor itu, tapi sebuah pulau nan indah di Sulawesi Tenggara. Pulau Wakatobi namanya. Keindahan biota lautnya kini menjadi pembicaraan para pencinta diving & snorkling di seluruh dunia. Gimana tidak 750 jenis biota laut termasuk terumbukarang hidup disini. Padahal di seluruh dunia hanya ada 850 jenis biota laut. So tidak ada salahnya liburan nanti menjadwalkan untuk menginap di pulau ini. Jalur terdekat adalah melalui kapal cepat dari Kendari, atau naik pesawat Fokker dari Bali sekitar 1 jam. Sekadar untuk tau tentang pulau ini, silahkan baca artikel dari KENDARI EKSPRES di bawah ini. Dan silahkan menikmati foto foto Pulau Wakatobi dan kekayaan lautnya yang dijepret langsung oleh Karen, fotografer kenamaan dunia, yang sudah berkali kali melancong ke pulau itu.

KENDARI, KEPRES--Keindahan taman nasional bawah laut Wakatobi, rupanya sunguh sangat menakjubkan bagi dunia, karena sebanyak 90 persen spesis karang laut yang ada di dunia ditemukan dibawah laut Wakatobi. Yang artinya dari 850 spesies karang laut yang ada didunia sebanyak 750 spesies ditemukan ditaman bawah laut Wakatobi.

Hal itu terungkap dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam SE dan ekspose yang disampaikan oleh Bupati Wakatobi Ir Hugua dalam cara Louncing lomba foto digital bawah laut Wakatobi tingkat internasional tahun 2008 di Restoran Fajar Kendari (1/3) Sabtu malam yang turut dihadiri Walikota Kendari, Ir Asrun, MEng Sc .

Dilihat dari letaknya Wakatobi berada pada jantung segi tiga karang dunia yang saat ini berstatus taman nasional, yaitu Indonesia, Malaysia, Philipina,Paua New Guiena, Kepulauan Salamon dan Timor Leste. Waktobi masuk dalam kategori tiga pusat penyelaman kelas dunia. Namun dalam upaya meningkatkan jumlah wisatawan untuk datang di taman nasional Waktobi menikmati keindahan panorama alam yang digelari dengan surga bawah laut, yang merupakan potensi wisata yang patut dibanggakan oleh masyarakat Sultra itu, membutuhkan infrastruktur pendukung, seperti bandara yang memadai untuk memudahkan akses para wisatawan tiba di Wakatobi , demikian pula dengan sarana dan prasarana hotel dan restaurant yang bertaraf internasional.


Menurut Hugua, pulau Wakatobi yang diapit oleh dua laut dalam yakni laut Banda dan laut Flores ini menjadi pertemuan dua arus laut dalam tersebut. Menurut ilmu perikanan dan
 kelautan, akibat pertemuan dua arus laut tersebut, terjadilah perputaran arus d
ari atas ke permukaan dan sebaliknya dari permukaan ke bawah. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembanga plankton dan terumbu karang menjadi sangat sehat.

Menurutnya, Pulau Wakatobi memiliki potensi laut yang sangat istimewah dibanding pulau-pulau lain di Dunia. Selain memiliki ribuan keanekaragaman spesies terumbu karang, bawah laut Pulau Wakatobi juga memiliki luas pulau karang mencapai 9 ribu hektar atau 1/7 luas areal karang di Pantai Bunaken. "bawah laut Wakatobi memiliki Curing capacity (daya tampung) untuk menyelam, jutaan orang untuk satu kali penyelaman,"tandasnya.


Hugua menilai, lomba foto digital bawah laut ini dipilih sebagai ajang promosi paling murah untuk memperkenalkan wisata laut Wakatobi di mancanegara."Kita gunakan pola-pola pendekatan persahabatan, tentunya kita juga melihat potensi wakatobi itu seperti apa"ujarnya.

Bahkan untuk mengatrol dunia pariwisata di Wakatobi, telah ditandatangani kesepakatan perdagangan pulau karang oleh tiga bupati yakni Bupati Wakatobi yang mewakili kabupaten kepulauan di Sulawesi, Bupati Raja Empat yang mewakili kabupaten di kepulauan Papua, dan Bupati Halmahera Utara yang mewakili kabupaten kepulauan di Maluku Utara.

Saat ini wisata bawah laut Wakatobi mencapai 90 ribu Hektar, dengan begitu luasnya wisata bawah laut Wakatobi, maka akan sangat membuka peluang daerah Wakatobi untuk dapat lebih terkenal dari daerah yang menjadi obyek wisata selama ini.

Dengan begitu luasnya wisata bawah laut Wakatobi, maka kapasitas penyeleman bagi pengunjung yang ingin menikmati indahnya wisata bawah laut, bisa mencapai jutaan orang. Ini berarti potensi, lanjutnya, potensi keindahan bawah laut wakatobi sangat menjanjikan, terutama untuk mengejot peningkatan ekonomi daerah dari sektor pariwisata.

Dijelaskannya, sektor pariwisata Kabupaten Wakatobi kini telah meningkatkan pendapatan asli daerah Wakatobi diatas seratus persen saat ini. Disamping itu, dengan terbentuknya Bandara Wakatobi yang dibangun oleh Pemda Wakatobi, maka omzet pemasukan PAD akan semakin meningkat.

Investasi untuk bandara Wakatobi, tahun pertama 2007 mencapai 20 Miliar, sedang ditahun 2008 ini mencapai antara 30-40 Miliar, sehingga pada pertengahan tahun 2008 ini, maka bandara sebagai bandar udara transit sudah dapat di fungsikan dengan panjang landasan 1.600 meter.

"Sekarang telah tersedia lahan, sehingga tiga tahun mendatang panjang landasan pacu bandara Wakatobi dapat diperpanjang sampai 3000 meter. Sehingga diyakini bandara Wakatobi pada tahun 2009 hingga 2010 keatas telah dapat menjadi bandara transit ke Papua, Maluku, Sorong, Raja Empat dan kembali ke Bunaken Manado," ungkapnya.

Sementara untuk anggaran promosi keluar daerah tentang obyek wisata Wakatobi, Hugua menerangkan saat ini memang PAD Wakatobi masih kurang, untuk anggaran promosi Pemda masih menganggarkan sekitar 300 juta setiap tahunnya, sebab diakuinya bila anggaran promosi seharusnya cukup besar, namun karena PAD masih kurang, maka anggaran promosi masih disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Sehingga untuk mengatasi keterbatasan biaya promosi, pihaknya mengunakan pendekatan persahabatan dengan berbagai instansi, juga banyak melibatkan berbagai pihak yang mendukung program wisata Wakatobi.

Dengan demikian, Pemda Wakatobi dapat lebih terbantu dari banyaknya kerjasama berbagai pihak dan tidak lagi mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk anggaran promosi.


 4. Keindahan Wisata Pulau Komodo

Wisata Pulau Komodo/destinasi tempat wisata Pulau Komodo,informasi rPulau Komodo,diving dan snorkeling Pulau Komodo,tour dan travel Pulau Komodo.

Keindahan Wisata Pulau Komodo – Kepulauan Nusa Tenggara menyimpan sejuta alamnya yang menyalak pandang. Secara geografis, kepulauan Nusa Tenggara berada di sebelah timur Pulau Sumbawa. Di antara kedua pulau ini, terpisahkan oleh Selat Sape.

Di antara sekian pulau yang ada di Kepulauan Nusa Tenggara, ada sebuah pulau yang menarik untuk kita jujuki. Namanya Pulau Komodo. Pulau ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Apa menariknya? Berikut informasinya.

Wisata Pulau Komodo

Sesuai dengan namanya, Pulau Komodo merupakan pulau yang juga menjadi habitat hewan langkah di negeri ini. Keberadaannya makin tahun makin menyusut. Tentu mengasyikkan bila kita bisa melihat langsung kehidupan hewan yang dilindungi negara ini. Bukan hanya di Pulau Komodo, habitat komodo juga ada di pulau yang berdekatan dengannya. Seperti di Pulau Rinca. Di pulau tersebut, wisatawan bisa leluasa melihat dan mengamati pola keseharian komodo. Terdapat tempat yang tepat untuk melihat kawanan komodo. Wisatawan bisa mendaki sebuah bukit, yaitu Bukit Ara (538 mdpl). Di atas gunung itu, kawanan komodo banyak hidup secara liar. Selain komodo, satwa lain yang bisa kita lihat, yaitu rusa liar, banteng dan kuda liar.Apakah hanya itu? Tentu tidak.

Keindahan Pantainya

Kedua, ternyata Wisatawan juga bisa menikmati pesona alam yang cantik dan menakjubkan, indahnya pasir putih berhias batu karang serta deburan ombak di pantai. Air laut begitu jernih dan biru serta sinar matahari yang menghangatkan pantai.

Baca juga: Paket Wisata Pulau Komodo

Biota Bawah Laut

Ketiga, Taman Nasional Komodo ternyata menyimpan keindahan lain, yaitu keindahan bawah laut yang menawan. Anda bisa menyelam dan menikmati kecantikan ratusan spesies trumbu karang, rumput laut, puluhan macam bunga karang, penyu hijau, ribuan spesies ikan termasuk ikan hiu, ikan pari, ikan paus, hingga ikan lumba–lumba.

Zona transisi Garis Wallacea

Keempat, letaknya yang berada di kawasan Zona transisi garis Wallacea, membuat daerah ini sangat indah. Kawasan ini terbentuk dari pertemuan dua benua, yaitu Asia dan Australia, yang kemudian membentuk deretan unik berupa pulau dengan gunung api.

Oleh karenanya, pulau ini dipenuhi oleh burung-burung dan satwa dari dua benua tersebut. Banyak sekali jenis flora dan fauna yang hidup di Taman Nasional Komodo ini. Di sini terdapat 254 jenis flora yang berasal dari Asia dan Australia, 128 jenis burung, dan 58 jenis fauna lainnya.

BACA JUGA: Paket Wisata Pulau Komodo 3 Hari 2 Malam

Padang Rumput dan Hutan Sabana

Kelima, Wisatawan ingin merasakan sensasi berada di tengah padang rumput dan hutan sabana? Di sini tempatnya, luas padang rumput sabana ini mencapai 70% dari luas seluruh taman nasional. Berbagai jenis rumput tumbuh dengan subur di sana.

Baca juga: Paket Tour Bali 3 Hari 2 Malam

Aktivitas

Selain wisatawan bisa melihat langsung Komodo  sebaiknya jangan terlalu dekat  di sini wisatawan juga bisa menyewa kapal nelayan menuju pantai Merah. Wisatawan akan dapat menikmati keindahan pasir yang berwarna pink, yang hanya ada 7 tempat di dunia.

Saat Wisatawan berperahu, sewaktu-waktu lumba-lumba bisa saja tiba-tiba muncul menggoda. Wisatawan bisa bermain dengan mereka. Selain itu beragam ikan yang cantik, bersembunyi di balik indahnya terumbu karang, penyu hijau serta ikan paus yang berenang bebas juga siap menyambut Wisatawan.

Nah, sebelum pulang ingin mencari suvenir dan oleh-oleh? Wisatawan bisa datang ke Loh Buaya dan Loh Liang, pusat penjualan cenderamata khas Taman Nasional Komodo.  bisa membeli kaos yang bergambar komodo, patung kayu komodo, hingga aksesori bernuansa pulau Komodo. Selain itu jangan lupa kain tenun ikat halus dari Flores dengan motif dan corak indah serta jajanan khas Flores, Kue Rambut.

Kehidupan masyarakat pedalaman di Pulau Komodo, patut kita kunjungi pula. Mereka merupakan masyarakat yang secara langsung, pasti juga telah menjaga kelestarian alam di sana. Di Pulau Komodo, terdapat pula hutan bakau maupun padang rumput hijau nan subur. Rupa-rupa alam seperti ini, membuat kita merasa berat untuk segera pergi meninggalkannya.

Sebelum pergi meninggalkan spot indah ini, ada baiknya kita menyempatkan membeli sejumlah suvenir khas Komodo. Seperti patung kayu berbentuk komodo maupun kaus yang bergambar hewan komodo.

Demikian artikel kami yang berjudul Keindahan Wisata Pulau Komodo , semoga bermanfaat.

 

Pulau Komodo

Pulau Komodo terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo . Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape, termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pulau Komodo, tempat hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Pulau Gili Motang, jumlah keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. diperkirakan sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.

Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam, pohon kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak (sterculia oblongata) ini di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong

Pulau Komodo  sangat mengesankan , menelusuri pulau yang eksotis, menyelami birunya laut, dan bermandikan cahaya mentari sambil melihat jejak-jejak kehidupan masa lalu yang terpelihara dan akan  menjadi bagian dari ragam keindahan Indonesia.

Taman Nasional Komodo
Meliputi Pulau Komodo, Rinca and Padar, ditambah pulau-pulau lain seluas 1.817 persegi adalah habitat asli komodo.
Taman Nasional Komodo didirikan pada 1980 untuk melindungi kelestarian komodo. Tak hanya hewan langka tersebut, Taman Nasional Komodo juga untuk melindungi berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan satwa, termasuk binatang-binatang laut.
UNESCO mengakui sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986. Bersama dua pulau besar lainnya, yakni Pulau Rinca dan Padar, Pulau Komodo dan beberapa pulau kecil di sekitarnya terus dipelihara sebagai habitat asli reptil yang dijuluki “Komodo”.

Sejarah
Komodo yang dijuluki Komodo dragon atau 
Varanus Komodoensis atau nama lokal “Ora”, kadal raksasa ini menurut cerita dipublikasikan pertama kali pada tahun 1912 di harian nasional Hindia Belanda. Peter A. Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor adalah orang yang telah mengenalkan komodo kepada dunia lewat papernya itu. Semenjak itu, ekspedisi dan penelitian terhadap spesies langka ini terus dilakukan, bahkan dikabarkan sempat menginspirasi Film KingKong di tahun 1933. Menyadari perlunya perlindungan terhadap Komodo di tengah aktivitas manusia di habitat aslinya itu, pada tahun 1915 Pemerintah Belanda mengeluarkan larangan perburuan dan pembunuhan komodo.

Pulau Komodo masuk 28 finalis yang dipilih oleh sebuah panel ahli dari 77 nominasi. Sebelumnya ada 261 lokasi di dunia yang dicalonkan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Pulau Komodo, yang jadi andalan Indonesia dalam ajang New7Wonders of Nature punya keunggulan di banding lokasi-lokasi lainnya, apalagi kalau bukan komodo, satwa langka yang dipercaya sebagai ‘dinosaurus terakhir di muka bumi’.
Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai alam, tak hanya yang ada di lingkungan kita tapi juga di seluruh dunia. serta didedikasikan untuk generasi di masa depan.

 

Komodo yang dikenal dengan nama ilmiah Varanus komodoensis adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Oleh penduduk setempat, komodo kerap disebut Ora.

Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Komodo ditemukan pada 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional didirikan untuk melindungi mereka.

 

Sebenarnya daya tarik Taman Nasional Komodo tidak semata-mata oleh kehadiran Komodo belaka. Seperti yang saya kutip dari situs resmi Kementerian Kehutanan yang mengelola situs Taman Nasional Komodo ini, panorama savana dan pemandangan bawah laut merupakan daya tarik pendukung yang potensial. Wisata bahari misalnya, memancing, snorkeling, diving, kano, bersampan. Sedangkan di daratan, potensi wisata alam yang bisa dilakukan adalah pengamatan satwa, hiking, dan camping. Mengunjungi Taman Nasional Komodo dan menikmati pemandangan alam yang sangat menawan merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

4. Pulau Komodo dengan Keindahannya

Pulau Komodo dengan Keindahannya:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5. TOGEAN

Wisata Togean,destinasi tempat wisata Togean,informasi Togean,diving dan snorkeling Togean,tour dan travel Togean.

TAMAN NASIONAL KEPULAUAN TOGEAN SAJIKAN SURGA TERSEMBUNYI BAWAH LAUT

Perairan luas Indonesia menghadirkan berjuta keindahan bawah lautnya. Beberapa tempat yang menyajikan surga bawah laut di antaranya Taman Nasional Bunaken, Kepulauan Raja Ampat, Taman Laut Kepulauan Derawan dan Taman Laut Wakatobi.

Sebenarnya masih ada tempat lain yang tak kalah indah dari keempat tempat tersebut. Sebut saja Taman Nasional Kepulauan Togean yang terletak di Teluk Tomini dan termasuk di dalam wilayah Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepulauan Togean terdiri dari kurang lebih 25 pulau besar dan kecil yang tersebar di sekitar wilayah perairannya. Pulau-pulau yang masuk ke dalam kategori pulau besar meliputi Talatakoh, Una-una, Togean, Batudaka, Walea Kodi, dan Walea Bahi. Pulau tersebut juga menjadi primadona bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara..

Togean tercatat memiliki empat tipe terumbu karang, Karang Cincin (Atol), Karang Tompoh (Patch Reef), Karang Tepi (Fringing Reef), dan Karang Penghalang (Barrier Reef). Berbagai terumbu karang dengan aneka warna dapat ditemukan.

Sekitar 262 spesies terumbu karang dari 19 famili tersebar di sekitar perairan Togean, tujuh spesies di antaranya adalah spesies endemik Kepulauan Togean. Hal itulah yang membuat lokasi ini cocok untuk kegiatan snorkeling maupun menyelam.

Beberapa waktu lalu kami sempat berbincang singkat dengan Editor in Chief National Geographic Indonesia, Didi Kaspi Kasim, seputar pengalaman risetnya di Kepulauan Togean.

“Yang pasti saya kesana itu dalam rangka riset industri Pariwisata. Bagus sih, tempatnya juga indah. Ya sebenarnya ada pembangunan dan perbaikan, misalnya sekarang kalau dari Jakarta mau ke Togean yang awalnya harus naik pesawat ke Palu dan lanjut jalan darat ke Ampana, sekarang ada airport di Ampana. Memotong sekitar 8 jam perjalanan,” ungkapnya saat ditemui di ruang redaksi National Geographic Indonesia, Jakarta Barat.

Jika ingin mencapai Togean ada dua alternatif rute yang bisa Anda pilih, yaitu melalui Gorontalo atau melalui Palu. Dari Bandara Jalaluddin Gorontalo, Anda bisa menyewa kendaraan untuk menuju Pelabuhan Gorontalo lalu melanjutkan perjalanan dengan kapal feri Tuna Tomini ke Wakai, Togean.

Untuk rute ke Togean lewat Palu, dari Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, Anda harus naik bus atau travel ke Ampana melalui Poso sejauh 375 km dengan waktu tempuh sekitar 10 jam perjalanan. Dari Ampana, Anda tinggal naik kapal Puspita Sari atau Lumba-lumba menuju Wakai, dengan waktu tempuh sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan.

Perkembangan pembangunan yang terdapat di Togean dari waktu ke waktu ternyata membawa dampak yang signifikan. Hal tersebut dibenarkan Didi bahwa dahulu sebelum ada pembangunan, perjalanan darat ke Togean dari kota Palu yang bisa memakan waktu kurang lebih 16 jam, kini sudah bisa dipangkas menjadi 8 jam.

“Dulu untuk mencapai Togean itu membutuhkan waktu kurang lebih 16 jam perjalanan dari Palu. Kalau sekarang 8 jam perjalanan darat itu udah diganti dengan pesawat. Di sana sudah ada akses pesawat di Ampana. Tapi kalau lihat di peta itu Ampana masih berada di huruf “K” itu. Di tengah-tengahnya ada pulau-pulau besarnya lagi, dan Togean salah satunya,” tutur Didi.

Walau untuk menuju ke destinasi wisata Togean ini membutuhkan perjuangan ekstra karena letaknya yang agak sulit dijangkau, namun setelah tiba di Togean, mata Anda akan dimanjakan dengan suasana bawah lautnya yang indah serta pemandangan sekitar pantai dan destinasi alam lainnya.

Tertarik menghabiskan waktu berlibur ke Togean? Rencanakan perjalanan Anda sejak sekarang. 

 

 

SEDERETAN pulau indah mengapung di lautan terlindungi sebuah teluk bernama Tomini. Kawasannya adalah sebuah zona transisi Garis Imajiner Wallace dan Weber yang menyuguhkan keajaiban alam yang jangan sampai dilewatkan. Bersiaplah mereguk lebih banyak kemegahan Celebes dan melihat langsung tempat berdiamnya salah satu suku penghuni lautan, yaitu Bajoe. Ya, inilah Kepulauan Togean, sebuah taman nasional dengan 2 area ekosistem berupa lautan seluas 292.000 hektar dan daratannya 70.000  hektar di Sulawesi Tengah. Lokasinya yang terpencil dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan justru menjadi daya tarik yang memikat penikmat keindahan lanskap alam dan keragaman biota lautnya. Kepulauan ini merupakan gugusan pulau-pulau kecil yang melintang di tengah Teluk Tomini. Ada sekitar 60-an pulau di sini. Beberapa yang tersohor adalah Pulau Malenge, Pulau Una Una, Batudaka, Talatakoh, Waleakodi, dan Pulau Waleabahi adalah pulau-pulau besarnya. Taman Nasional Kepulauan Togean.(DOK INDONESIA.TRAVEL) Di Kepulauan Togean dapat Anda lihat  hutan mangrove dan hamparan padang lamun patai atau ‘nambo’ (seagrass bed) yaitu berupa rumput pantai yang luas dan menjadi sumber makanan mamalia laut dugong. Beberapa spesies penyu langka juga ada di sini seperti penyu hijau (Chelonia mygas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbriocata) yang menjadikan pantai yang indah di sini sebagai tempat mencari makan dan berkembang biak. Di Togean ada sekitar 33 jenis mangrove yang terdiri dari 19 jenis mangrove sejati dan 14 jenis mangrove ikutan. Ke-33 jenis mangrove tersebut dikelompokkan dalam 26 genus dan 21 familia. Ini jelas di dalamnya ada beragam fauna yang menghuni dengan keunikannya masing-masing. Di bawah lautnya yang menakjubkan Anda bisa bertemu paus pilot, kima raksasa (Tridacna gigas), dan lola (Trochus niloticus), ikan pari manta, hiu karang abu-abu, dan ikan trevally mata besar, dan tentunya warna-warni karang. Sementara Ragam terumbu karangnya ada 4 tipe yaitu karang penghalang (barrier reef), karang tompok (patch reef), karang tepi (fringing reef), dan karang cincin (atoll). Ada pula 35 spesies ikan kupu-kupu (Chaetodontidae) yang hidup di sekitarnya sekaligus menjadi indikator bahwa terumbu karangnya begitu sehat dan masih alami. Taman Laut Kepulauan Togean.(DOK INDONESIA.TRAVEL) Bagaimana, belum cukup? Di daerah laut yang lebih dalam dapat Anda temukan lebih banyak lagi sekitar 262 jenis terumbu karang, 596 jenis ikan, dan 555 jenis moluska. Luar biasa bukan! Sementara itu, di daratannya hidup hewan endemik Sulawesi yang dilindungi seperti tangkasi (Tarsius sp), kuskus (Ailurops Ursinus), rusa (Cervus timorensis), dan ketam kenari (Birgus latro). Ada pula monyet togean (Macaca togeanus), biawak togean (Varanus salvator togeanus) dan babi rusa togean (Babyrousa babirussa togeanensis) yang hanya ada di Kepulauan Togean. Di udaranya hidup sedikitnya 90 jenis burung termasuk yang dilindungi, seperti julang sulawesi atau alo (Rhyticeros cassidix) dan elang bondol (Haliastur indus). Keragaman hayati dan keindahan Kepulauan Togean telah membuatnya ditetapkan sebagai taman nasional dengan Keputusan Menteri Kehutanan (SK. No. 41 8/Menhut-II/2004).

Tersembunyi di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, Kepulauan Togean tak hanya surga bagi pecinta olahraga bawah air saja. Terbentang sekitar 102 Kilometer dengan luas daratannya sekitar 755 Km2, bagian dari Pulau Sulawesi ini memiliki gugusan pulau sekitar 66 pulau yang tersebar di wilayah tengah Teluk Tomini. Kekayaan alamnya merupakan surga bagi setiap mahkluk. Bila Anda sedang mengunjungi Pulau Sulawesi, sempatkan waktu Anda untuk mampir ke kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean ini. Serta persiapkan diri Anda untuk takjub di hadapan salah satu masterpiece di alam semesta. Selamat datang di Amazing Togean.

Coral Triangel

 

 

Pulau Sulawesi memang terkenal sebagai pulau dengan pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Salah satunya adalah Kepulauan Togean. Kepulauan ini secara administratif berada di Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Sering dikenal nengan nama Togian Island atau Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT).

Wilayah Kepulauan Togean yang paling menarik adalah wilayah perairan lautnya. Sekitar 336.773 hektar perairan Kepulauan Togean telah menjadi bagian dari TNKT. Tentu saja karena kekayaan alam bawah lautnya yang menakjubkan, dan akan terus dilindungi demi kelestarian alamnya.

 

 

Sebagai bagian dari wilayah Pulau Sulawesi, Kepulauan Togean tercatat dalam daftar wilayah Coral Triangle region Indonesia-Filipina (region 1). Sedikit informasi, Coral Triangle adalah wilayah segitiga perairan laut tropis yang memiliki lebih dari 500 spesies gugusan terumbu karang. Wilayah perairan di sekitar Pulau Sulawesi termasuk di dalam segitiga ini. Yang terpenting adalah, kawasan Coral Triangle merupakan pusat kekayaan hayati bawah laut (biodiversitas) dari seluruh biodiversitas dunia. Serta merupakan kawasan konservasi yang utama di dunia, yang berada dibawah naungan WWF (World Wide Fund for Nature).

Biodiversitas Togean

 

Sebagai bagian dari The Coral Triangle, Kepulauan Togean menyimpan kekayaan hayati bawah laut yang sangat menakjubkan. Tercatat 4 tipe terumbu karang yang ada di wilayah perairan Kepulauan Togean. Yaitu Karang Cincin (Atol), Karang Tompoh (Patch Reef), Karang Tepi (Fringing Reef), dan Karang Penghalang (Barrier Reef). Berbagai terumbu karang dengan aneka warna dapat Anda temukan di dalam laut. Sekitar 262 spesies terumbu karang dari 19 Famili tersebar di perairan kepulauan ini. 7 spesies diantaranya adalah spesies endemik Kepulauan Togean.

Menjelajah perairan Kepulauan Togean yang menakjubkan ini, Anda bisa menyaksikan Ikan Kupu-kupu (sekitar 35 jenis), Paus Pilot, Ikan Pari Manta, Hiu Karang Abu-abu, Ikan Trevally mata besar (Trochus niloticus), Kima raksasa (Tridagna gigas), Lola (Trachus niloticus), dan Dugong (sejenis Ikan Duyung). Tak hanya itu, jika beruntung Anda juga bisa bertemu dengan spesies penyu yang sudah tergolong langka. Seperti Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan Penyu Hijau (Chelonia mygas). Penyu-penyu tersebut sering menepi di pantai kepulauan ini untuk bertelur.

Salah satu terumbu di Kepulauan Togean

Berbagai macam ikan dengan berbagai ukuran dan warna-warna juga bisa Anda lihat di dalam perairan Togean. Sekitar 596 spesies ikan (dari 62 Famili) dapat Anda temukan, dimana ikan-ikan tersebut bersarang dalam terumbu karang nan indah. Dua spesies diantaranya merupakan spesies ikan endemik Kepulauan Togean, yaitu Ecsenius sp. dan Paracheilinus togeanensis. Tak hanya itu, Anda juga bisa menikmati keindahan Molusca (555 spesies), Gastropoda (336 spesies), Bivalvia (211 spesies), Cephalopoda (2 spesies), Scaphopoda (2 spesies), dan Chiton (4 spesies).

Sedangkan di wilayah tepi perairan, banyak terdapat hamparan rumput pantai (Seagrass bed) yang menjadi tempat mencari makan ikan-ikan Dugong. Selain itu juga terdapat hutan mangrove dengan 33 jenis mangrove dari 26 Genus dan 21 Famili. Tentu saja Anda akan mendapati beberapa jenis burung yang bersarang di sekitar pantai. Menakjubkan, bukan?

Daratan Kepulauan Togean

 

Tak cuma pemandangan pantainya dan kekayaan bawah lautnya yang menakjubkan, keindahan daratan Kepulauan Togean juga akan membuat Anda takjub. Selain berupa jajaran kepulauan, Togean juga memiliki daratan besar yang melindungi kekayaan alam yang masih asri. Terdapat 6 pulau besar yang termasuk ke dalam wilayah Kepulauan Togean. Seperti Pulau Batudaka, Pulau Togean, Pulau Waleakodi, Pulau Unauna, Pulau Waleabahi dan Pulau Talatakoh. Wilayah daratan Kepulauan Togean seluas 10.659 Hektar menjadi Hutan Lindung bagi flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Mengunjungi Taman Nasional Kepulauan Togean, Anda akan melintasi pulau-pulau yang berjejer. Dari berbagai sudut, Anda akan menemui keasrian hutan dengan pepohonan yang rimbun, tentu saja dengan udara yang masih segar dan sejuk. Daratan Kepulauan Togean juga menjadi tempat berlindung dan berkembang biak bermacam-macam satwa. Seperti Rusa, Kuskus, Tarsius, Ketam Kenari (Birgus latro), dan lain sebagainya. Jika beruntuk, Anda bisa menyaksikan kehidupan fauna endemik Pulau Togean. Seperti Biawak Togean (Varanus salvator togeanus), Kera Togean (Macaca togeanus), dan Babi Rusa Togean (Babyrousa babirussa togeanensis). Tak jarang Anda akan mendengar teriakan dan kicauan burung-burung. Karena ada sekitar 90 jenis burung yang dilindungi dan berkembang biak di rimbunan hutan pulau ini.

 

 

Diantara gunung-gunung yang tinggi daratan Kepulauan Togean, Anda juga bisa mengunjungi Kawah Gunung Colo yang ada di Pulau Unauna. Selain itu Anda juga bisa berpetualang mengunjungi tempat-tempat yang lain, seperti Gua-gua, Sungai yang masih jernih, Air Terjun, Pantai-pantai, dan Sumber Air Panas. Serta berinteraksi dengan masyarakat di pemukiman Suku Muna dan Suku Bajo (di daerah pesisir) yang sangat ahli dalam menyelam.